×


Berita



Retno, Pengrajin Milenial Yang Merubah Limbah Kayu Menjadi Aksesoris Bernilai Jual Tinggi

  Rabu, 27 Oktober 2021
  annisa
  2560 Dilihat

Siapa sangka dari limbah kayu bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Melalui tangan kreatif, kayu-kayu sisa yang sudah tidak terpakai bisa disulap menjadi beragam aksesoris yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Hal ini yang dilakukan Retno Nugroho Pamungkas Suparno sebagai founder dari UMKM honghandwood , yang beralamat di Jl. Jeruk 1 no. 29 Blok 3 Rt74/20 Perumnas Kel. Karanganyar Kec. Subang. Bisnis tersebut ia lakoni sejak tahun 2019.

Bisnis tersebut bermula dari hobinya membuat kerajinan dari kayu yang dijadikan aksesoris berupa anting yang unik dan bernilai seni yang tinggi.

Retno mengatakan awalnya membuat anting dari kayu digunakan untuk keperluan sendiri. "Setelah saya pakai ke kampus, temen-temen pada nanya beli dimana. Mereka penasaran, karena anting yang saya pakai menarik perhatian mereka" ujarnya saat ditemui di Rumah Produksi HongHandWood, Rabu (27/10/2021).

Sejak saat itulah dirinya mulai banyak menerima permintaan dari teman-temannya untuk dibuatkan anting yang serupa. Tidak hanya anting, dirinya juga membuat aksesoris lainnya seperti gelang, kalung, dan cincin eksotik yang terbuat dari material Kayu Jati Belanda, Kayu Mahogani, Kayu Jati, dan material olahan lainnya.

Bisnisnya kini mulai banyak menerima permintaan, tak hanya dari luar kota bahkan ia sudah menjual ke seluruh daerah di Indonesia hingga eksport ke luar negeri.

Dirinya mengatakan omset dari penjualan aksesoris tersebut diatas Rp. 5.000.000 per bulan. Dirinya juga menyampaikan hambatan yang ia alami yaitu dari segi SDM yang ia miliki sangat kurang dan permodalan yang ia butuhkan sangat minim.

Dirinya berharap mudah-mudahan pemerintah daerah bisa merangkul UMKM yang kecil dan bisa membantu pemasarannya untuk semua pelaku UMKM lainnya. Dirinya juga memberi tips kepada anak muda yang sedang berwirausaha agar bisa memilih dan memilah usaha apa yang sekarang sedang trend dan banyak diminati, juga jalani apa yang sedang dilakukan, serta syukuri apa yang sudah didapat.