×


Berita



Nilai Kearifan dari Wayang Golek

  Sabtu, 16 April 2016
  td
  1315 Dilihat

Subang, Keberadaan Seni Tradisional Wayang Golek bagi Pemerintah Kabupaten Subang merupakan kekayaan budaya yang strategis. Karena telah lama digunakan sebagai media dakwah oleh para wali dalam menyebarkan Islam.

“Disamping itu Wayang Golek sebagai aset industri kreatif dan media komunikasi pemerintah yang mengandung kearifan lokal,” ujar Asistem Administrasi dan Pembinaan Aparatur Setda Kab Subang, Sumasna saat membacakan Sambutan Wakil Bupati Subang, Imas Aryumningsih, pada pembukaan Pegelaran Wayang Golek di halaman Radio Benpas Subang, Sabtu malam (16/4/2016).

Malam itu Wakil Bupati Subang berhalangan hadir karena harus memenuhi undangan menghadiri Mushabaqah Tilawatir Qur’an di Tasikmalaya.

Selanjutnya kata Sumasna kearifan pada Wayang Golek diantaranya ialah semangat menuntut ilmu yang digambarkan sosok Arjuna dan Adipati Karna, walaupun mereka telah menjadi pejabat. Hasil dari menuntut ilmu kemudian dipersembahkan untuk berbakti kepada negara dan bangsa.

Salah satu media mencari ilmu ialah dengan membaca. Maka dari itu harus ditumbuhkan semangat membaca dalam rangka menuntut ilmu.

Peresmian gelar Wayang Golek ditandai dengan penyerahan wayang oleh Sumasna kepada Ki Dalang Yogaswara dari Giri Harja 3 Putra. Adapun lakon yang dibawakan ialah “Kangsa Dewa Adu Jago” dengan juru kawih Nunung Nurmalasari, Ibu Masuning dan Arum Pujianingsih.

Dari pengamatan di lapangan ratusan penonton memadati Lapang radio Benpas dengan berbagai perbekalannya untuk menyaksikan Wayang Golek semalam suntuk.

Menurut Kepala UPTD Radio Benpas, Jajang Haryasasmita para penonton datang dari berbagai daerah di Subang ditambah dari kabupaten tetangga, diantaranya Sumedang dan Karawang.“Bahkan jauh-jauh hari mereka telah bertanya-tanya kepastian waktu Gelar Wayang Golek,” ujarnya.