Genjring Bonyok

  • 28 Agustus 2018
  • Dibaca: 167 Pengunjung
Genjring Bonyok

Genjring bonyok adalah jenis kesenian yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Subang yang mem punyai alat musik utama bedug dan genjring. kesenian tersebut mulai lahir dan berkembang di Kampung Bonyok merupakan kesenian yang trispirasi dari kesenian Genjring Rudat.

Genjring Bonyok mulai lahir sebelum kemerdekaan atau pada jaman perkebunan P & L Lannds. Pada waktu itu Kampung Bonyok atau wilayah Desa Pangsor dikenal daerah kontrak.selain Genjring Bonyok ada beberapa jenis kesenian yang berkembang antara lain Kendang Penca,Ketuk Tilu, dan Wayang Golek. Kesenian tersebut berkembang sesuai dengan keinginan masyarakat yang membutuhkan hiburan.

Alat musik (Waditra)yang di gunakan dalam perkembanggannya hanyamenggunakan satu buah Bedug,tiga buah genjring. kemudian Genjring Bonyok mengalami perkembangan dengan menambahkan atau memadukan alat musikdari kesenianyang sedang berkembang pada waktu itu.

Seniman yang mempunyai peran penting dalam mendirikan dan menggembangkan Genjring Bonyok yaitu Talan dan Sutarja mereka membuat kreasi dalam setiap pertunjukan,sehinga Genjring Bonyokdapat dikenal oleh masyarakat.beberapa priode perkembangan Genjring Bonyok:

  • Tahun 1967 Genjring Bonyok baru mempunyai lima orng personil (nayaga) yaitu satu orang penabuh bedug dan empat penabuh genjring.
  • Taun 1969 mulai memasukan terompet dan nayaga bertambah menjadi enam orang
  • Tahun 1982 Genjring Bonyok memasukan jenis alat music seperti gendang ,kulanter,goong besar,goong kecil,dua buah kenong dan kecrek
  • Tahun 1987 Genjring Bonyok mulai menggunakan sinden atau juru kawih dan lagu yang dilantunkannyayaitu lagu ketuk tilu

Genjring Bonyok sudah banyak melakukan pertunjukan, hal tersebut dapatdilihat dalam beberapa even terdahulu antara lain pada tahun 1971 mengadakan pagelaran di Gedung Rumentang Siang Bandung, tahun1977 mengikuti Festival Genjring Bonyok se-Jawa Barat yang di ikuti oleh 24 grup,tahun 1978 mengadakan pagelaran di Gor Saparua Bandung, tahun 1979 pagelaran di gedung Gubernur yang diikuti oleh tiga grup dari tiga kabupaten, tahun 1980 pegelaran pada acara HUT Kabupaten Subang.

Dengan demikian pagelaran Genjring Bonyok tidak hanya sebagai alat helaran pada acara hajat, akan tetapi Genjring Bonyok dapat di pergelarkandi atas panggung. dan Genjring Bonyok jugabisa memakai penaridgan kreografik yang baik.

Maka fungsi kesenian Genjring Bonyok sangat beraneka ragam antara lain mengadakan pagelaran pada acara Hajatan dengan cara melakukan helaran bersama dengan kesenian yang lain missal dengan kesenian Sisingaan. Mengadakan pagelaran pada acara-acara yang dianggap penting atau acara kedinasan.

(Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, 2018)

  • 28 Agustus 2018
  • Dibaca: 167 Pengunjung

Wisata Subang Terkait Lainnya

Cari Wisata Subang