Santri Sebagai Bagian Penting Perjuangan

  • Dibaca: 317 Pengunjung
Santri Sebagai Bagian Penting Perjuangan

SUBANG – Atas nama ulama dan santri Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Manarul Hidayat berterima kasih kepada Pemerintah dalam hal ini Presiden Indonesia yang telah menetapkan Hari Santri Nasional sebagai bentuk pengakuan pada santri dalam perjuangan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dan perannya pada pembanguna Indonesia.

“Hakekatnya ulama, santri dengan pesatrennya adalah Ibu Kandung NKRI. Karena tanpa ulama dan santri, mungkin NKRI tidak akan ada,” ujarnya saat memberikan tausiyah dalam Rangka Hari Santri Nasional 2017 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Alun-Alun Subang, Minggu (22/10).

Kemudian dia menyayangkan sebelumnya keberadaan santri kurang dipedulikan oleh pemerintah sebelumnya. Namun selama itu eksistensi pesantren tetap jalan dalam membina anak bangsa tanpa harus “merepotkan negara”.

Pada akhirnya banyak kalangan mengakui pesantren sebagai metode pendidikan yang bagus dalam menyelesaikan masalah akhlak.

“Saya pernah mendapatkan hasil penilitian dari UNESCO (lembaga PBB) yang menyatakan bahwa pesantren di Ibdonesia adalah metode yang bagus dalam menyelesaikan masalah akhlak,” ujarnya menjelaskan.

Momentum Hari Santri Nasional ialah dikeluarkannya Resolusi Jihad oleh Ulama Hasyim Asy’ari merupakan refleksi kecintaan Umat Islam ketika Belanda berusaha menjajah kembali Indonesia. “Pada saat itu ulama yang dipimpin beliau (Hasyim Asy’ari) menyatakan membela Tanah Air hukumnya wajib sejauh shalat jama’ dan qasar atau 94 km. Lebih lebih dari itu hukumnya wajib kifayah,” ujarnya lagi.

Menghilangkan perbedaan khilafiyah saling menghormati perbedaan.

Kegaiatan Hari Santri Nasional diisi dengan Pawai Ta’aruf yang diikuti oleh 20 ribuan santri dari berbagai santri Subang dan kabupaten/kota di Jawa Barat.

Pada kesempatan sambutannya Bupati Subang, Imas Aryuningsih menyambut baik HSN sebagai momentum untuk introspeksi terhadap persoalan yang terjadi di Subang diantaranya masih tingginya angka penyalahgunaan narkoba dan HIV. “Ini menjadi masalah serius yang harus dituntaskan. Momentum Hari Santri harus menjadi kesempatan dalam mencari penyelesaiannya,” ujarnya.

Kemudian kata Imas, internet pada saat ini adalah suatu keniscayaan yang harus dihadapi karena antara mudharat dan manfaatnya sama besar. “Maka dari itu harus diupayakan supaya manfaat internet lebih besar supaya diantisiapasi dengan memberikan pengetahuan bagi para santri dan memanfaatkannya untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebuut Bupati Subang memberikan bantuan kepada santri berprestasi. Untuk tahun berikutnya akan tetap dipertahankan dengan menyesuaikan kemampuan APBD.

  • Dibaca: 317 Pengunjung

Serba Serbi Terkait Lainnya