×


Berita



Rakor Percepatan Vaksinasi Covid-19 Dosis 2, Kang Jimat: Saya Inginkan Laporan Setiap Hari

  Jumat, 28 Januari 2022
  Annisa
  268 Dilihat

Bupati Subang H. Ruhimat memimpin rapat koordinasi mengenai percepatan akselerasi vaksinasi Covid-19 dosis kedua bersama unsur Forkopimda, para camat dan Kapus se-Kabupaten Subang di Pendopo Abdul Wahyan pada Jumat (28/1).

Menurut laporan Kadinkes terdapat 32 kasus baru di wilayah Subang yang tersebar di sembilan desa setelah satu bulan lebih nol kasus.

Terkait akselerasi vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Subang, dr. Maxi menyebutkan bahwa dosis pertama telah mencapai lebih dari 70 persen dan untuk anak usia 6-11 tahun yaitu 80,08 persen. Sedangkan dosis kedua masih di bawah target.

Adapun strategi ke depan yang dilakukan yaitu mengejar dosis kedua dengan sasaran utama adalah remaja SMP-SMA. Selain itu jadwal vaksin kedua disebarkan ke setiap desa melalui wawar keliling H-1 oleh Puskesmas setempat.

Bagi masyarakat yang akan mengurus surat-surat di kecamatan dan desa pun kini wajib memperlihatkan kartu vaksin kedua.

Di samping itu, Dandim 0605 Subang Letkol (Czi) Irsad Wilyarto dalam kesempatannya menyebutkan bahwa Kabupaten Subang kembali naik menjadi PPKM Level dua. Salah satu indikator penyebabnya yaitu vaksinasi Covid-19 dosis kedua yang terhitung masih rendah serta kasus positif virus corona kembali muncul.

Ia meminta kepada para Camat, Kapus serta Forkopimcab untuk kembali mengingatkan masyarakat mengenai penerapan protokol kesehatan dan manfaat vaksinasi Covid-19 bagi kekebalan tubuh di tengah pandemi.

"Didasari dengan loyalitas dan kerjakan semaksimal mungkin," lanjutnya.

Juga, mengaktifkan kembali isolasi terpusat baik di kabupaten maupun desa guna mengantisipasi gelombang kenaikan kasus terkonfirmasi positif virus corona. Terlebih dengan adanya varian baru yaitu Omicron yang sudah masuk Jawa Barat.

Kapolres Subang AKBP Sumarni menambahkan bahwa capaian vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun di Subang sebanyak 80,08 persen dari target 100 persen. Terdapat beberapa kecamatan yang masih rendah dalam capaian vaksin anak.

"Mohon semua pihak terutama Kapus, ayo giatkan untuk anak-anak. Karena kami ada datanya," lanjutnya.

Ia pun mengapresiasi Kecamatan Ciater yang hanya tersisa delapan anak yang belum melakukan vaksinasi Covid-19.

Kepala Disdikbud Subang Tatang Komara menyebutkan bahwa terdapat beberapa kendala dalam vaksinasi Covid-19 anak salah satunya yaitu NIK yang tidak terbaca dan masih adanya ketakutan anak dan orang tua sehingga ia meminta Puskesmas mengubah strategi dengan menjemput bola ke sekolah-sekolah.

Menanggapi NIK yang menjadi kendala, Sekretaris Disdukcapil Subang Fauzi menyebutkan bahwa hal tersebut disebabkan salah satunya oleh kepindahan alamat karena sistem zonasi sekolah.

Adapun cara yang dilakukan yaitu menyerahkan fotocopy KK yang diserahkan kepada Disdukcapil atau UPTD untuk dikonsolidasikan. Juga, akan menurunkan tim untuk membantu permasalahan tersebut.

"Kalau banyak yang tidak terbaca, maka kami akan menurunkan tim ke kecamatan tersebut. Jika lansia yang tidak memiliki NIK cukup dengan surat pengantar RT saja," ujarnya.

Direktur RSUD Subang, dr. Ahmad juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan ruangan tulip, teratai dan tiga kamar ICU untuk antisipasi lonjakan kasus yang diperkirakan bulan Februari 2022 mendatang.

"Kami juga bekerja sama dengan BUMD untuk ketersediaan oksigen yang akan didistribusikan ke ruangan-ruangan," lanjutnya.

Dalam arahannya, Bupati Subang H. Ruhimat mengatakan untuk segera menyusun langkah-langkah terpadu dalam capaian vaksinasi dosis kedua.

Ia menginginkan maksimal satu bulan ke depan target dosis kedua umum dan lansia mencapai 70 persen lebih, vaksinasi anak 100 persen dan mengaktifkan serta mengoptimalisasikan satgas Covid-19 kecamatan hingga desa.

"Satu bulan kedepan mulai hari ini saya minta laporan setiap hari dosis 2 khusunya lansia," tegasnya.

Kang jimat menginginkan kerja sama BPBD dan RSUD dibantu dengan Kodim 0605 untuk menyiapkan gedung wisma haji sebagai isolasi terpusat kabupaten serta mengaktifkan kembali isolasi terpusat di setiap desa.

Terkait NIK, Kang Jimat menginginkan Disdukcapil Subang 'jemput bola' agar tidak terjadi keluhan nakes maupun sekolah kembali. Rapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama para camat dan Kapus se-Kabupaten Subang.

Turut hadir dalam rakor tersebut Sekretaris daerah, para Asda serta undangan lainnya secara virtual.