×


Berita



Pengelola Objek Wisata di Subang Wajib Terapkan Protokol Covid-19

  Rabu, 24 Juni 2020
  andri
  480 Dilihat

Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan SOP Protokol Kesehatan Covid-19 kepada para pelaku dan pengelola wisata seiring akan diterapkannya Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal)  di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Subang.

Kepala Disparpora Subang Drs. Asep Setia Permana, M.Si, mengatakan bahwa sosialisasi ini dilakukan agar para pelaku wisata memahami pentingnya penerapan SOP Protokol kesehatan Covid-19.

Ketika dibuka destinasi wisata tersebut, Kadisparpora berharap pengelola wisata siap menerima kunjungan wisatawan dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Kemudian penting juga mengutamakan 3K (keamanan, kebersihan dan keselamatan ) / cleanes, healthy and savety. Hal itu penting agar wisatawan merasa percaya bahwa destinasi wisata di Subang layak kembali dikunjungi.

“Selain untuk mempersiapkan Adaptasi Kebiasaan Baru, tujuan sosialisasi ini juga untuk menjaga agar tidak muncul kluster baru penyebaran Covid - 19. Untuk itu diharapkan  semua pengelola wisata dapat bekerjasama dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19. ” ungkapnya saat membuka sosialisasi  di  Kumpay Waterpark, Rabu (24/ 6/2020).

Sosialisasi tersebut diikuti semua pengelola Destinasi Wisata sebanyak 65 Orang serta menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Subang dan Satpoldam.

Kadisparpora mengatakan jika destinasi wisata sudah bisa dibuka namun hanya untuk yang outdoor dan dibukanya siang hari. “Akan tetapi tempat wisata yang indoor dan malam hari itu belum boleh misalkan tempat karoke atau spa,” jelasnya.

Adapun SOP Protokol kesehatan  Covid-19 bagi pengelola tempat wisata antara lain: selalu menggunakan masker dan sarung tangan, menyediakan pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan/ hand sanitizer, jika memungkinkan untuk pemesanan tiket dilakukan secara online (E-Ticket), batasan Wisatawan hanya 50% dari sebelumnya, serta menggunakan pakaian lengan panjang, celana panjang dan sepatu.

Kemudian SOP selanjutnya yaitu membuat batasan antrian sesuai physical distancing, selalu mengingatkan wisatawan agar menjaga physical distancing dan menggunakan masker dengan cara menggunakan pengeras suara atau setiap pos harus ada staff pengelola yang menjaga. Hindari kontak fisik dengan Wisatawan, adanya kerjasama dengan Puskesmas terdekat, Polsek dan petugas keamanan wilayah. Adanya pemberlakuan jalur satu pintu sehingga mempermudah pengecekan terhadap Wisatawan. Adanya ruang isolasi, dan penggunaan kapasitas bis Wisatawan hanya boleh berisi 50% dari jumlah seat. (Diskominfo)