×


Berita



Kang Jimat menerima silaturahmi dari Aliansi Advokasi Indonesia dan BPAN

  Kamis, 01 Oktober 2020
  andri
  294 Dilihat

Kang Jimat menerima silaturahmi dari Aliansi Advokasi Indonesia Subang dan Badan Penegak Aset Negara di halaman belakang Pendopo Rumah Dinas Bupati Subang. Pada Kamis (01/10). Pertemuan tersebut membahas mengenai lahan HGU bagi masyarakat Subang.


Terjadinya gesekan antara petani yang menggarap lahan HGU dengan oknum yang mengatasnamakan pemerintah kerap menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Lahan HGU tersebut secara hukum dikelola oleh pihak PTPN VIII namun kini tidak memiliki izin untuk menggarap karena telah habis kontrak. BPAN meminta agar lahan tersebut diberikan kepada petani yang ingin mengelola tanah tersebut, namun kadang dihalangi oleh oknum tersebut. Oleh karena itu, BPAN meminta bantuan kepada Kang Jimat selaku Bupati Subang untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat yang menggarap lahan HGU agar tidak diganggu oleh oknum-oknum yang meresahkan petani.

Konflik horizontal juga kerap terjadi akibat lahan yang semestinya dikelola atau dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar namun terlebih dahulu digarap oleh masyarakat dari luar yang membayar kepada pihak PTPN.


Mendengar hal tersebut Kang Jimat ingin memastikan bahwa niatan rekan-rekan dari BPAN ini murni untuk membantu masyarakat. Jika memang benar ingin membantu masyarakat maka pemerintah Kabupaten Subang akan mensupport BPAN memperjuangkan hak rakyat berdasarkan aturan dan hukum yang berlaku. Kang Jimat mengungkapkan bahwa ini lah yang ia tunggu yaitu gerakan untuk membela rakyat kecil mendapatkan hak nya. Sehingga tidak ada istilah yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Khususnya di masa pandemi ini kita harus saling membantu agar bisa melewati masa-masa sulit ini bersama-sama.


Selanjutnya Aliansi Advokasi Indonesia Subang menanyakan perihal kejelasan langkah pemerintah untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di Pamanukan. Ditambah dengan adanya pembangunan pelabuhan Patimban yang melakukan reklamasi seluas 50 hektar tentu membuat permukaan air laut meluap. Masyarakat khawatir jika di musim hujan nanti banjir akan kembali melanda.


Aliansi Advokasi Indonesia Subang berencana melakukan audiensi kepada KSOP agar melakukan normalisasi aliran sungai yang menuju pantai Pamanukan sebagai salah satu langkah meminimalisir resiko terjadinya banjir. Kang Jimat merasa hal tersebut memang perlu dilakukan dan mendukung diadakannya audiensi dengan pihak KSOP.


Terkait pembangunan pelabuhan Patimban, Aliansi Advokasi Indonesia Subang juga mengatakan masih kurangnya partisipasi masyarakat sekitar dalam proses pembangunan tersebut. Kang Jimat mengatakan untuk menyertakan bahasan tersebut di audensi bersama KSOP agar masyarakat melalui BUMDES yang tergabung dalam BUMD agar bisa berpartisipasi dalam pembangunan tersebut.