×


Berita



BKKBN Kerahkan Sebanyak 600 Ribu Petugas Tekan Angka Stunting

  Kamis, 12 Mei 2022
  Annisa
  81 Dilihat

Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak dilaksanakan secara serentak di Alun-alun Kabupaten Subang dalam rangka menurunkan angka Stunting di seluruh Indonesia dengan tema Berencana Itu Keren, Kamis (12/5).

Acara tersebut diikuti langsung oleh 950 orang dan 514 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia secara virtual.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan bahwa terdapat perbedaan data antara nasional dengan real-time terkait angka stunting di Provinsi Jawa Barat, sehingga ia meminta sinkronisasi metode penghitungan penurunan stunting dari Kementerian Kesehatan dengan daerah yang telah melakukan inovasi.

Ia juga menyampaikan faktor munculnya stunting di Jawa Barat dikarenakan kurangnya fasilitas kesehatan, ketersediaan air bersih, pengasuhan kurang ilmu dan gizi buruk sehingga pihaknya memiliki program Ojek Makanan Balita (Omaba).

Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan bahwa tim pendamping keluarga yang terdiri dari bidan, penyuluh KB dan PKK merupakan tempat untuk bertanya dan mengeluh di tengah masyarakat. Sehingga BKKBN telah mengerahkan sebanyak 600 ribu personil yang bertugas untuk menekan angka stunting menjadi dibawah 14 persen.

Terkait keluhan data yang tidak sinkron telah disampaikan dan dibahas bersama pihak terkait. Sehingga mendengar data real-time dari Jawa Barat, ia berharap SSGBI hingga akhir 2022 jauh lebih bagus dan mampu dijadikan contoh oleh daerah lainnya.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (purn) DR. Moeldoko, S.IP mengatakan bahwa salah satu tugas staf kepresidenan yaitu mengawal dan memastikan program strategis nasional berjalan dengan baik termasuk anti stunting.

Selain itu, Deputi III Kementerian PMK Agus Suprapto mewakili Menko PMK, ia menyampaikan dalam rangka mencapai 14 persen maka apel siaga ini menjadi tolak ukur bergerak seluruh provinsi hingga desa untuk menekan angka stunting.

Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif antara Kepala BKKBN dengan lima perwakilan provinsi yaitu Maluku Utara, Sumatera Selatan, DI. Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat dan Aceh.