Kepala DP2KBP3A Kab. Subang: Hari Keluarga, Hari Kita Semua

  • 03 Juli 2018
  • Dibaca: 86 Pengunjung
Kepala DP2KBP3A Kab. Subang: Hari Keluarga, Hari Kita Semua

Setiap tanggal 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Peringatan Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya keluarga. Dalam peringatan Harganas XXV tahun ini, tema yang diusung yaitu ”Hari Keluarga, Hari Kita Semua”. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, dr. Nunung Syuhaeri mengatakan bahwa permasalahan keluarga yang cukup komplek salah satunya yaitu masih banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

"Untuk menangani permasalahan tersebut kami melakukan pemberdayaan perempuan melalui program Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) dan Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Pemberdayaan tersebut agar nantinya mereka terlibat langsung di kegiatan pembangunan. Jadi mereka bukan sekadar sebagai objek tapi sebagai subjek atau pelaku dalam kegiatan pembangunan", ujar Kepala DP2KBP3A, Selasa (03/7) di Ruang Kerjanya. 

Lebih lanjut dikatakan, saat ini pihaknya melaksanakan kegiatan Revitalisasi Kampung Keluarga Berencana (KB) dimana semua stakeholder terlibat disana. Kampung KB diharapkan akan membuat Program KB dapat menjangkau di desa-desa. "Target kita di tahun 2019 semua desa di Kabupaten Subang memiliki Kampung KB," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Kepala DP2KBP3A mengatakan bahwa jajaranya memberikan perhatian pada remaja. "Kita memiliki program Bina Remaja atau GenRe (Generasi Berencana). Program ini membekali pentingnya berencana dan membina keluarga. Para remaja itu yang nantinya membangun keluarga, mematangkan usia perkawinan dan psikologinya. Mereka dibina di masing-masih sekolah atau lingkungan masyarakat terkait permasalahan remaja, yang meliputi pencegahan HIV AIDS, Narkoba, dan pernikahan usia dini," ujarnya.

Kepala DP2KBP3A berharap kedepan masyarakat bisa aware/ peduli lagi terhadap keluarga. Karena untuk membangun masyarakat yang bahagia dan sejahtera harus dimulai dari keluarga. Kemudian pihaknya berharap partisipasi masyarakat bisa lebih meningkat pada program yang dijalankan.

  • 03 Juli 2018
  • Dibaca: 86 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita