Home  |  Aspirasi  |  Layanan  |  Produk Hukum  |  Data Pejabat  |  Pusat Data   |  Kontak  |  Webmail  |
www.subang.go.id
  Menu Utama  
  Pemerintahan  
  Potensi  
  Pariwisata  
  Informasi LPSE  
  Info Keuangan Daerah  
 
 
 
   
BERITA
 
 
 
Posting : 2016-12-07
Sosialisasi Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) tentang Keterbukaan Informasi Publik Tahun Anggaran 2016
 
(Diskominfo / Bagian Humas)
Kabag Humas dan Protokol Setda Kab. Subang, Mochamad Agustias Amin saat membuka Sosialisasi Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) tentang Keterbukaan Informasi Publik Tahun Anggaran 2016 di Lingkup Pemerintah Kabupaten Subang yang diadakan di Ruang Rapat Bupati II, Rabu (07/12/2016) menyampaikan bahwa keberadaan informasi merupakan kebutuhan pokok saat ini. Keterbukaan informasi publik sendiri merupakan salah satu ciri negara Indonesia yang demokratis. Agustias juga mangatakan dengan sosialisasi ini diharapkan dapat tercipta hubungan lebih baik antara insan pers dengan pemerintah baik tingkat kabupaten, kecamatan maupun kelurahan, karena media merupakan mitra pemerintah daerah.

Narasumber sosialisasi terdiri dari Asisten Daerah Administrasi Pembangunan (Asda II) sekaligus Plt. Kadiskominfo Kab. Subang Drs. H. Cecep Supriatin, M.Si, Ketua PWI Kab. Subang Suwarno SH, Pemred Harian Umum Gala Media Daly Kardilan dan Pemimpin Redaksi Pasundan Ekspress Lukman Nu.

Cecep menyampaikan bahwa Kabupaten Subang saat ini telah mendapatkan penghargaan dibidang Hukum dan HAM. Penyerahan penghargaan akan dilakukan di Surabaya. Selanjutnya kabupaten Subang juga akan mendapatkan penghargaan Pembina Karang Taruna Terbaik Tingkat Nasional. 2 target lagi yang harus tercapai yakni target opini BPK agar tidak disclaimer dan target raihan penghargaan Adipura. Cecep mengatakan dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan juga harus ditunjang oleh media agar dapat mempublikasikan keberhasilan pemerintah daerah kepada masyarakat Kabupaten Subang.

Terkait dengan keterbukaan informasi publik, pihak kelurahan dan desa harus bisa melayani permintaan informasi publik, intinya tidah harus takut kepada permintaan informasi publik, tidak panik dalam melayani permintaan informasi publik. Segala permohonan informasi publik harus dihadapi apa adanya sehingga dapat diselesaikan.

Sementara itu Ketua PWI Kab. Subang Suwarno SH menyampaikan bahwa di organisasi wartawan dikenal kode etik jurnalistik yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh wartawan, terutama anggota PWI. Wartawan merupakan mitra pemerintah daerah karena itu setiap wartawan harus melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. Selalu mempertimbangkan patut / tidaknya menyiarkan karya jurnalistik, tidak menyiarkan karya jurnalistik yang menyesatkan atau memutar balikan fakta, tidak menerima imbalan untuk menyiarkan atau tidak menyiarkan, selalu menyajikan berita secara berimbang dan adil, tidak mencampuradukkan fakta dan opini, dalam memberitakan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum harus menghormati azas praduga tak bersalah, juga selalu berprinsip adil, jujur dan penyajian yang berimbang.

Narasumber Daly Kardilan menyampaikan agar setiap orang bijak dalam membagi informasi yang didapat. Daly juga mengatakan bahwa media dapat mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan publik.

Selanjutnya Lukman Nu menyampaikan bahwa komunikasi massa merupakan komunikasi yang diarahkan kepada orang banyak. Jenis media massa terdiri dari media cetak antara lain koran, tabloid, majalah, buku; media massa elektronik terdiri dari radio, televisi, film; media online meliputi portal berita; media sosial meliputi website, facebook, twitter dan Path. Fungsi media sebagai alat untuk menginformasikan, mendidik, menghibur, pengawasan sosial juga pengawas perilaku publik. Pemerintah daerah membutuhkan media pers dengan tujuan untuk menyampaikan informasi secara cepat efektif, massif, cepat dan menyeluruh.

Ditambahkan Lukman setiap media akan menampilkan isu yang dianggap menarik sehingga jurnalis bersedia meliput. Publikasi sebaiknya dilakukan sesering mungkin agar menghasilkan efek yang maksimal. Jika terjadi suatu peristiwa yang dianggap buruk tidak perlu panik, undang media untuk menjelaskan secara rinci dan tunjukkan upaya perbaikan / evaluasi.

Sosialisasi diikuti oleh perwakilan Lurah dan Kepala Desa.
 (humas)
 
 
Copyright © 2010 Pemerintah Kabupaten Subang - Diskominfo